CLICK HERE FOR FREE BLOGGER TEMPLATES, LINK BUTTONS AND MORE! »

Rabu, 18 Januari 2012

ORANG KAYA YG MISKIN

Di sebuah negeri, ada seorang bangsawan yg mempunyai pembantu setia yg telah bekerja padanya sejak kecil. Pembantu itu adalah anak yatim piatu terlantar yg dipungut oleh ayahnya di suatu tempat. Sementara si bangsawan adalah orang yg hidup berkelimpahan harta, gemar berfoya-foya, namun tidak peduli dg orang-orang di sekitarnya yg miskin & menderita.

Suatu hari, si majikan memberi tugas kepada si pembantu untuk pergi ke luar kota menagih utang. Sebelumnya, dg nada sombong dia berpesan, ‘’Pembantuku, setelah kamu berhasil menagih utang itu, pergilah keliling kota tersebut untuk mencari & membelikan barang yg belum aku miliki.’’

Di dalam hati, si bangsawan tertawa geli. Sebab ide menugaskan si pembantu untuk mencari & membeli barang yg belum dia miliki, sebenarnya bertujuan untuk mempermainkan si pembantu, demi menyombongkan dirinya sendiri. Karena dia tahu bahwa di rumahnya yg indah, megah, & dipenuhi dg kekayaan yg berlimpah itu, tidak ada satu barang berharga apapun yg belum dimilikinya.

“Biarkan saja dia pusing & kecapekan berjalan mencari barang buatku. Hahaha,” serunya congkak sambil tertawa dalam hati, membayangkan pembantunya akan frustasi.

Beberapa hari kemudian, saat pembantunya pulang, si bangsawan menyambutnya dg antusias. Ia ingin tahu barang apa yg berhasil dibeli oleh pembantunya. Tetapi, alangkah kaget & marah dirinya ketika tahu bahwa uang yg berhasil ditagih, dihabiskan si pembantu dg membeli barang-barang & dibagikan kepada orang-orang miskin di sana. Tanpa mau mendengar alasannya, si pembantu dihukum cambuk. Kemudian ia juga dipotong gajinya, & sejak itu, si bangsawan memperlakukan si pembantu dg kasar & penuh makian.

Sampai suatu ketika, terjadilah bencana alam yg luar biasa. Seluruh harta si bangsawan musnah & dia pun jatuh bangkrut, miskin. Karena musibah itu yg memporak-porandakan kotanya, kemudian si bangsawan memutuskan untuk pergi ke kota lain guna mencari kehidupan baru. Sementara si pembantu yg sering dicacinya, tetap setia mengikutinya.

Berhari-hari kemudian, setibanya mereka di sebuah kota, penduduk di sana menyambut mereka dg baik & ramah. Bahkan banyak di antara mereka yg memberi makan & tumpangan untuk tinggal. Mendapat perlakuan yg sangat baik & ramah tersebut, si bangsawan keheranan. Ia tidak menyangka akan mendapat perlakuan seperti itu. Lantas ia pun bertanya kepada si pembantu.

Si pembantu pun kemudian memberi penjelasan, ”Tuanku, saya pernah kemari beberapa waktu lalu. Tuan pasti ingat, sewaktu memberi tugas kepada saya untuk membelikan barang yg belum Tuan miliki dari semua uang hasil menagih utang. Uang itu telah saya belikan cinta kepada orang-orang yg membutuhkan bantuan saat itu. Sekarang, giliran merekalah yg menolong kita saat ini.. Waktu itu, Tuan telah punya semua barang, hanya satu barang yg belum Tuan miliki, yaitu CINTA.. Maka, waktu itu saya membelikannya untuk Tuan. & cinta itulah yg saat ini memberi kehidupan baru kepada kita.. Semoga Tuan memahami & tidak marah lagi atas tindakan saya waktu itu.”

Dg mata berkaca-kaca, si bangsawan kemudian memeluk pembantu setianya itu & berucap, ”Sekarang aku baru sadar, aku adalah Seorang Kaya yg Miskin.. Miskin Cinta, Miskin Perhatian pada orang lain. Terima kasih Sahabat.. Maafkan aku.. Aku telah memperlakukanmu dg semena-mena. Padahal engkau telah membelikan CINTA yg tidak aku miliki. Sekarang, justru CINTA itulah yg menolong kita untuk memulai kehidupan baru.”

0 komentar:

Posting Komentar